Terasistana.id, Jakarta
Surabaya,
16/09/2026.
Dalam rangka memperkuat sinergitas antara institusi pertahanan dan dunia akademik,serta meningkatkan wawasan strategis dalam mendukung pertahanan negara,
Wakil Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut V Brigjen TNI (Mar) Suwandi,S.A.P., M.M.,mewakili Komandan Kodaeral V Laksda TNI Ali Triswanto,S.E.,M.Si., menerima Study Visit Program Magister S2 Fakultas Keamanan Nasional Universitas Pertahanan RI (Unhan RI) di GSG Mako Kodaeral V,Surabaya,Jawa Timur,pada Rabu (16/09/2026).
Kedatangan rombongan Unhan RI yang dipimpin oleh Mayor Jenderal TNI Dr. Nefra Firdaus,S.E.,M.M.,selaku Dekan Fakultas Keamanan Nasional Universitas Pertahanan (Unhan) Republik Indonesia,disambut oleh Pejabat Utama dan Kasatker Kodaeral V.
Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Sinergitas Pentahelix Untuk Tri Dharma Perguruan Tinggi Melalui Kunjungan Belajar Dalam Bingkai Keamanan Nasional” tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergitas antara institusi pertahanan dan dunia akademik, khususnya dalam meningkatkan wawasan strategis,profesionalisme, serta pemahaman terhadap dinamika keamanan nasional yang semakin kompleks.
Komandan Kodaeral V Laksda TNI Ali Triswanto,S.E.,M.Si. dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Wadan Kodaeral V Brigjen TNI (Mar) Suwandi, S.A.P.,M.M.,menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai momentum untuk menambah wawasan,memperluas pengalaman, serta membangun sinergitas antara dunia akademik dengan berbagai komponen bangsa dalam mendukung keamanan nasional.
Sementara itu Dekan Fakultas Keamanan Nasional Unhan RI Mayor Jenderal TNI Dr. Nefra Firdaus,S.E., M.M.,dalam sambutannya menyampaikan persaingan kekuatan besar,keamanan jalur pelayaran, pengelolaan sumber daya laut,illegal fishing,pencemaran laut,perdagangan ilegal,bencana,serta berbagai ancaman lintas batas menunjukkan bahwa persoalan keamanan maritim tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi.
Oleh karena itu,dibutuhkan koordinasi dan sinergi antar pemangku kepentingan melalui pendekatan pentahelix. “Pemerintah,TNI, akademisi,dunia usaha,masyarakat pesisir,dan media harus memiliki persepsi yang sama mengenai pentingnya menjaga keamanan dan keselamatan ruang maritim Indonesia.
Git-Red.






