Terasistana.id, Jakarta
Dispen Kormar TNI AL (Hawaii).
Prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut bersama Marinir Amerika Serikat (USMC) dan Tentara Fiji kembali menunjukkan profesionalisme dalam skenario operasi militer perkotaan (Military Operations on Urban Terrain/MOUT) pada ajang RIMPAC 2026. Dengan menggunakan pesawat MV-22 Osprey, pasukan gabungan diterjunkan ke Gaendong Village untuk melaksanakan misi penyelamatan warga sipil yang menjadi korban serangan kelompok musuh bersenjata di MOUT 1 Marine Corps Training Area Bellows, Hawaii, Minggu (12/07/2026).

Dalam skenario latihan tersebut, kelompok musuh berhasil menguasai wilayah Gaendong Village dan melakukan serangan terhadap warga sipil. Sejumlah korban mengalami luka akibat ledakan maupun tembakan, sementara situasi di desa berada dalam kondisi kritis. Setibanya di lokasi, pasukan gabungan bergerak cepat melaksanakan pembersihan sektor demi sektor, melumpuhkan seluruh ancaman, mengevakuasi warga yang terluka ke tempat aman, serta menguasai gudang persenjataan milik musuh sebagai bagian dari upaya mengembalikan situasi menjadi aman dan terkendali.
Seluruh rangkaian operasi berlangsung dengan koordinasi yang solid antarnegara, memperlihatkan kemampuan tempur, komunikasi taktis, serta interoperabilitas prajurit dalam menghadapi berbagai skenario operasi modern. Keberhasilan misi tersebut menjadi bukti kesiapan Korps Marinir TNI AL untuk beroperasi bersama pasukan sahabat dalam misi gabungan berskala internasional.

Komandan Unsur Tugas Marinir RIMPAC 2026, Letkol Marinir Huda Prawira, S.E., M.Tr.Opsla., mengatakan bahwa latihan ini menjadi sarana penting untuk meningkatkan kemampuan prajurit dalam melaksanakan operasi gabungan, khususnya pada misi penyelamatan warga sipil di wilayah konflik.

“Setiap skenario yang dilaksanakan menuntut prajurit mampu bertindak cepat, tepat, dan terukur. Melalui latihan ini, prajurit Korps Marinir tidak hanya mengasah kemampuan tempur, tetapi juga memperkuat interoperabilitas dengan pasukan negara sahabat sehingga siap menghadapi berbagai tantangan operasi di masa depan,” ujarnya.
NP






