Terasistana.id, Jakarta
BBL,
Dalam rangka memastikan seluruh tenaga kerja mendapatkan perlindungan jaminan sosial yang merata, jajaran Pemerintah pusat dan daerah melaksanakan kegiatan Asistensi serta Monitoring dan Evaluasi ( Monev) Pelaksanan Percepatan Capaian Universal Coverage( UC) Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting, Jumat ( 24/4/2026).
Plt Asisten Pemerintah dan Kesra, Agus Afendi terlihat mengikuti kegiatan tersebut melalui virtual zoom meeting di Smart Room Center.
Pertemuan virtual ini difokuskan pada pemantauan progres keperseetaan jaminan sosial ketanagakerjaan di berbagai wilayah. Universal Coverage ( UC) menjadi target kersial guna memberikan rasa aman bagi pekerja, baik di sektor formal maupun sektor informasi atau pekerja rentan.
Dalam rapat tersebut, ditekankan bahwa sinergi antara BPJS Ketanagaan dengan pemerintah Daerah adalah kunci utama dalam memvalidasi data dan memperluas cakupan perlindungan.
Ada berapa agenda stategis yang menjadi sorotan dalam asiaten kali ini di antaranya :
Optimalisasi Anggaran ; Mendorong pemerintah daerah untuk guna melindungi pekerja katagori rentan melalui program jaminan kecelakaan kerja ( JKK) dan Jaminan kematian ( JKM).
Viladasi data Kepersertaan ;Memastikan data pekerja di tingkat desa dan kelurahan terintegrasi dengan baik agar tidak terjadi timpang tindih.
Hambatan lapangan :Mengidentifikasi kendala teknis yang dihadapi daerah dalam mengimplemsntasikan instruksi percapan jaminan sosial.
Jaring pengaman Ekonomi melalui kegiatan Monev ini, diharapkan setiap daerah dapat segera mengambil langkah taktis untuk mencapai target Cakupan semesta. Jaminan sosial.ketenagakerjaan dinilai bukan hanya sebagai kewajiban regulasi melainkan instrumen penting dalam mencegah kemiskinan baru akibat risiko sosial ekonomi yang dialami oleh pekerja.
” Monitoring ini menjadi wadah untuk. menyamakan persepsi agar seluruh instrumen pemerintah memilki komitmen yang sama dalam memberikan perlindungan bagi pahlawan ekonomi kita, yaitu para pekerja,” ujar salah satu narasumber dalam. Pertemuan tersebut.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi yang melibatkan para pimpinan daerah dan stakeholder terkait, guna memastikan bahwa di tahun 2026 ini, angka perlindungan ketanagakerjaan dapat meningkatkan secara signifikan di seluruh Indonesia.
Sar BBL





