Terasistana.id, Jakarta
BBL
Jajaran Polres Bangka Barat bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga terkait penemuan benda yang diduga amunisi militer jenis proyektil mortir di pesisir Pantai Pelabuhan Tanjung Ular, Desa Air Putih, Kecamatan Mentok, Senin ( 232/2026).
Kapolres Bangka Barat, Perdana Aditya Nugraha, mengatakan pihaknya menerima informasi tersebut sekitar pukul 09.00 WIB.

” Pada hari ini Senin tanggal 23 febuari 2026 sekitar pukul 09.00 WIB, kami menerima informasi dari masyarakat terkait adanya proyektil mortir yang diduga merupakan peninggalan Perang Dunia II. Lokasi penemuan berada di Desa Air – putih, Kecematan Mentok, ” ujar Pradana dalam keterangannya.
Menurut dia, benda berbahaya tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga saat melakukan aktifitas melimbang pasir timah di kawasan pantai pada Jumat ( 232/2026) malam. Awalnya, benda itu sempat dibawah kerumah karena disangka memiliki nilai ekonomis.
Namun setelah dibersihkan dan dicermati, warga menyadari bentuknya menyerupai amunisi dan berpotensi membahayakan, denggi segera melaporkannya kepada Bhabinkamtibmas setempat.
Pengamanan dan Evakuasi Pradana menegaskan, begitu menerima laporan, pihaknya langsung mengambil langkah pengamanan untuk melindungi keselamatan warga.
” Kami langsung melakukan langkah – langkah yang sifatnya menjaga keamanan masyarakat, area tersebut kami sterilkan dan dipasang garis polisi, ” untuk mencegah warga mendekat, ” katanya.
Polres Bangka Barat kemudian berkoordinasi dengan Tim Jilbom Detasemen Gegana Sat Brimobd Polda Kepulauan Bangka Belitung untuk penanganan lebih lanjut, Tim Jilbom yang dipimpin Ipda Mandi tiba di lokasi pada sore hari dan melakukan identifikasi.

Hasil pemeriksaan awal menyatakan benda tersebut merupakan proyektil mortir aktif yang diduga sisa peninggalan Perang Dunia II dan kemungkinan terbawa arus laut ke pesisir.
“Untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan, kami bersama Tim Gegana melakukan evaluasi dan peledakan terkendalj di di lokasi yang jauh dari permukiman warga, ” ujar Pradana.
Proses disposal atau peledakan terkendalj dilakukan di area Pantai Penggalang, Desa Air Putih, dan berjalan aman sesuai prosedur oprasional. standar ( SOP).
Pradana menyampaikan apresiasi kepada warga yang telah melaporkan temuan tersebut.
” Kami apresiasi kepada masyarakat yang sudah cepat melapor, ini menujukan kesadaran dan keperdulian terhadap keselamatan bersama , ” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di wilayah pesisir dengan nilai sejarah tinggi, agar tidak menyentuh atau memindahkan benda asing berbahan besi yang mencurigakan.
” Jangan sekali- kali menyentuh memindahkan, atau mencoba membersihkan benda yang menyerupai bom atau mortir. Segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas atau kantor polisi terdekat, ” tegasnya.
Pradana memastikan situasi di sekitar lokasi penemuan dan peledakan kini dalam keadaan aman dan kondusif. Polres Bangka Barat, akan terus meningkatkan patroli serta sosialisasi guna mencegah kejadian serupa, Ujarnya.
Dalam peristiwa ini, kehadiran polisi dinilai bukan hanya sebagai penegak hukum, tetap juga sebagai pelindung dan pengayom masyarakat dari ancaman keselamatan
Sumber Humas
DTA BBL






