Banten – Kerusakan jalan masih menjadi persoalan serius di berbagai wilayah Kabupaten Pandeglang. Kondisi di lapangan dinilai bertolak belakang dengan narasi pembangunan infrastruktur yang ramai dipromosikan sejumlah pihak terkait program jalan yang dikaitkan dengan Andra Soni.
Sejumlah ruas jalan dilaporkan rusak berat, termasuk di Kampung Nyoreang, dekat Terminal Cadasari. Ironisnya, lokasi kerusakan hanya berjarak beberapa meter dari pusat pemerintahan kabupaten dan tidak jauh dari wilayah administratif Provinsi Banten.
Warga menilai kondisi ini menunjukkan lemahnya perhatian terhadap infrastruktur dasar yang setiap hari dilalui masyarakat dan aparatur pemerintah.
“Yang dekat kantor pemerintah saja rusak parah, apalagi jalan di pelosok yang jarang tersentuh perbaikan,” ujar Ujang, warga yang melintasi jalan tersebut pada 14 Februari 2025.
Kondisi jalan rusak juga dikaitkan warga dengan sejumlah kecelakaan lalu lintas.
Salah satu kasus yang menyita perhatian publik adalah meninggalnya seorang siswa SD di kawasan Gardu Tanjak, Pandeglang, setelah menghindari jalan berlubang.
Peristiwa serupa juga terjadi di Jalan Raya Citeras, Kabupaten Lebak, ketika seorang pelajar SMK meninggal dunia akibat kecelakaan yang dipicu kondisi jalan rusak.
Warga menilai klaim pembangunan infrastruktur yang ramai diberitakan media belum sepenuhnya mencerminkan kondisi nyata di lapangan.
Mereka mendesak pemerintah provinsi dan kabupaten melakukan evaluasi menyeluruh serta mempercepat perbaikan jalan, terutama di jalur yang padat aktivitas masyarakat.
Gelombang kekecewaan juga disuarakan sebagian warga yang menilai janji kampanye terkait pembangunan infrastruktur belum terealisasi secara merata.
Mereka berharap pemerintah lebih fokus pada perbaikan konkret, bukan sekadar narasi keberhasilan pembangunan.






