Dukung Pemulihan Pascabencana, Mahasiswa Bangun Ruang Belajar di Lebak Gedong

Terasistana.id Lebak – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Setia Budhi Rangkasbitung (BEM USBR) bersama BEM Banten Bersatu melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Hunian Sementara (Huntara) Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan ini diwujudkan melalui pembangunan Taman Baca Masyarakat (TBM) serta renovasi Majlis Ta’lim sebagai upaya menumbuhkan semangat literasi sekaligus menyediakan ruang pendidikan agama nonformal yang lebih layak bagi warga.

Di tengah suasana perkampungan yang masih menyimpan jejak bencana, kehadiran para mahasiswa membawa warna baru. Pagi itu, suara palu berpadu dengan tawa anak-anak. Sebagian mahasiswa mengecat dinding, sebagian lainnya merapikan rak buku, sementara anak-anak dengan penuh rasa ingin tahu membantu menata buku-buku yang akan menjadi jendela dunia bagi mereka.

Program ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari warga setempat, perangkat desa, hingga relawan mahasiswa. Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa proses pemulihan tidak hanya berbicara tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang mengembalikan semangat hidup masyarakat. Bagi warga Huntara, TBM bukan sekadar tempat membaca, melainkan ruang berkumpul, belajar, dan menumbuhkan kembali harapan.

Renovasi Majlis Ta’lim pun menjadi bagian penting dari kegiatan ini. Tempat yang sebelumnya sederhana kini diperbaiki agar lebih nyaman digunakan untuk kegiatan ibadah, pengajian, dan pembelajaran agama. Warga menyambutnya dengan hangat, karena majlis bukan hanya tempat beribadah, melainkan pusat kebersamaan dan penguat mental setelah masa sulit yang mereka lalui.

Presiden Mahasiswa Universitas Setia Budhi Rangkasbitung, Rizqi Ahmad Fauzi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud tanggung jawab moral mahasiswa kepada masyarakat.

“Mahasiswa tidak cukup hanya belajar di ruang kelas. Kami harus hadir di tengah masyarakat, terutama ketika mereka sedang bangkit dari kesulitan. TBM ini kami harapkan menjadi tempat anak-anak berani bermimpi, dan Majlis Ta’lim menjadi ruang warga menguatkan hati,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pengabdian ini bukan kegiatan seremonial semata, melainkan awal komitmen jangka panjang.

“Kami ingin memastikan kehadiran mahasiswa benar-benar memberi manfaat. Semoga apa yang kami bangun hari ini bisa terus digunakan, dijaga, dan menjadi bagian dari perjalanan bangkitnya masyarakat Cigobang,” tambahnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pengabdian masyarakat BEM USBR dan BEM Banten Bersatu dalam mendukung pemulihan kehidupan sosial, pendidikan, dan keagamaan masyarakat pascabencana. Lebih dari sekadar kegiatan organisasi, gerakan ini menjadi simbol kepedulian generasi muda yang hadir bukan hanya sebagai pengunjung, tetapi sebagai sahabat bagi masyarakat.

Dari Huntara Cigobang, harapan itu perlahan tumbuh dimulai dari buku-buku yang dibuka, doa-doa yang dipanjatkan, dan kebersamaan yang kembali terjalin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *