Gedung Sekolah Baru SMP Negeri 2 Tulangan Diduga Bermasalah, Atap Bangunan Sudah Retak Meski Belum Lama Digunakan

Terasistana.id, Jakarta

Sidoarjo

Kondisi memprihatinkan ditemukan awak media pada sebuah gedung sekolah SMP 2 Negeri Tulangan yang tergolong baru. Meski belum lama selesai dibangun dan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, atap bangunan sekolah tersebut tampak mengalami keretakan cukup serius.

Temuan ini menimbulkan tanda tanya besar terkait kualitas konstruksi serta pengawasan proyek pembangunan gedung pendidikan tersebut.
Berdasarkan pantauan langsung awak media di lokasi pada Sabtu (8/2/2026) sekitar pukul 08.12 WIB, terlihat jelas bagian atap pada sisi depan gedung mengalami retakan memanjang.

Retakan tampak berada di bagian sambungan struktur atap, tepat di bawah lisplang, dan memanjang mengikuti kemiringan atap genteng. Kondisi ini dikhawatirkan akan semakin parah apabila tidak segera ditangani, terlebih saat musim hujan.

Dari dokumentasi yang diperoleh, keretakan tersebut terlihat bukan sekadar retak rambut, melainkan cukup dalam dan berpotensi memengaruhi kekuatan struktur atap. Padahal, gedung sekolah ini diketahui merupakan bangunan baru yang dibangun menggunakan anggaran negara/daerah untuk menunjang sarana dan prasarana pendidikan.

Salah seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi bangunan tersebut. Ia menilai, seharusnya bangunan sekolah yang baru selesai dibangun memiliki kualitas yang baik dan aman bagi siswa serta tenaga pendidik.

“Ini bangunan baru, tapi sudah kelihatan retak. Kami khawatir kalau nanti terjadi sesuatu yang membahayakan anak-anak,” ujarnya.

Temuan ini memunculkan dugaan bahwa pelaksanaan pembangunan gedung sekolah tersebut tidak dilakukan secara maksimal, baik dari segi perencanaan, kualitas material, maupun pengawasan teknis di lapangan. Tidak menutup kemungkinan adanya ketidaksesuaian spesifikasi teknis dengan standar bangunan gedung negara, khususnya untuk fasilitas pendidikan.

Jika merujuk pada ketentuan umum pekerjaan konstruksi, setiap bangunan publik, terlebih sekolah, wajib memenuhi standar keselamatan, kekuatan, dan ketahanan bangunan. Retaknya atap bangunan baru dapat mengindikasikan lemahnya struktur rangka, kualitas material yang tidak sesuai spesifikasi, atau pengerjaan yang terkesan terburu-buru.

Awak media menilai, kondisi ini perlu segera mendapat perhatian serius dari dinas terkait, baik Dinas Pendidikan maupun instansi teknis yang menangani pembangunan gedung. Pemeriksaan menyeluruh terhadap kualitas bangunan perlu dilakukan, termasuk audit teknis dan administrasi proyek, agar diketahui penyebab pasti terjadinya keretakan tersebut.

Selain itu, pihak kontraktor pelaksana proyek juga diminta untuk bertanggung jawab atas hasil pekerjaannya. Apabila gedung tersebut masih dalam masa pemeliharaan, maka perbaikan seharusnya dilakukan tanpa membebani anggaran tambahan dari negara.

Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya mengonfirmasi pihak sekolah, kontraktor pelaksana, serta instansi terkait guna mendapatkan penjelasan resmi terkait kondisi atap gedung sekolah yang sudah retak meski tergolong baru tersebut.

Temuan ini diharapkan menjadi perhatian semua pihak agar pembangunan fasilitas pendidikan benar-benar mengedepankan kualitas, keselamatan, dan kepentingan peserta didik, bukan sekadar mengejar penyelesaian proyek semata.

TW

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *