Buser Bhayangkara74
Jakarta,
12/11/2025.
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa pengembangan layanan Immunotherapy Nusantara dan DSA (Digital Subtraction Angiography) yang tersedia di Rumah Sakit Ousat Pertahanan Negara (RSPPN) Panglima Besar Soedirman bukan hanya untuk kepentingan pertahanan,tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum.
Hal tersebut ditegaskan Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin saat meresmikan
Nusantara dan DSA (Digital Subtraction Angiography) by Terawan di RS Pusat Pertahanan Negara (RS PPN) Panglima Besar Soedirman, Jakarta Selatan,pada Senin (10/11/2025).
“Ini tidak hanya untuk kepentingan TNI, tapi untuk seluruh publik bisa mencoba dan menikmati. Kita harapkan layanan ini bisa memberi dorongan kesehatan kepada seluruh bangsa Indonesia,”ucap Menteri Pertahanan Republik Indonesia.
Menhan menyebut,Presiden Prabowo Subianto menugaskan Penasehat Presiden Bidang Kesehatan,Letnan Jenderal TNI (Purn) Terawan Agus Putranto,untuk memimpin layanan strategis ini.
“Hari ini kita semua menyaksikan dimulainya Immunotherapy Nusantara dan juga DSA (Digital Subtraction Angiography) di RSPPN Panglima Besar Soedirman,yang kali ini oleh Bapak Presiden ditugaskan kepada Prof. Terawan selaku Penasihat Presiden di Bidang Kesehatan, sekaligus untuk memimpin section Imunoterapi Nusantara dan DSA yang ada di RSPPN Panglima Besar Soedirman,”kata Menhan RI.
Menhan tak menutup kemungkinan, pelayanan hasil inovasi Prof. Terawan ini akan dikembangkan di berbagai daerah lainnya. “Yang jelas ilmunya ini dimiliki oleh anak bangsa,oleh Pak Terawan,dan ini ada rumah sakit pusat,tentunya akan berkembang dengan kaderisasi yang dilakukan oleh Prof. Terawan,akan berkembang ke rumah sakit-rumah sakit TNI yang ada di daerah,”tutur Menhan RI.
Dalam kesempatan sama,Prof. Dr. Terawan mengatakan bahwa pelayanan immunotherapy Nusantara dan DSA sudah dimulai per hari ini.
“Jadi ini semua sudah siap untuk dilakukan pelayanan pada masyarakat. Semoga Rumah Sakit PPN Soedirman ini betul-betul menjadi rumah sakit rujukan internasional,”kata Prof. Dr. Terawan.
“Dan saya harapkan ini bisa juga membantu meningkatkan kesehatan masyarakat dan bisa menumbuhkan budaya riset and development dengan baik,”tambahnya.
Git-Red.






