Gelar Pahlawan Nasional Wujud Penghargaan Atas Pengorbanan Mereka Bagi Bangsa dan Negara

Terasistana.id, Jakarta

 

Jakarta,

12/11/2025.

Pengamat dan guru politik Dr. John N. Palinggi,MM., MBA. menilai penganugerahan gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto kepada 10 tokoh bangsa merupakan bentuk penghargaan pemerintah terhadap karya dan pengorbanan mereka bagi bangsa dan negara. Menurutnya,hal inilah makna sejati dari peringatan Hari Pahlawan.

“Ini adalah wujud kesadaran mendalam dari Bapak Presiden Prabowo dalam mengenang karya dan pengorbanan para pemimpin serta tokoh bangsa yang patut dihormati,” ujar John N. Palinggi dikutib pada Selasa (12/11/2025) di Jakarta.

Meski terdapat pro dan kontra atas keputusan pemerintah tersebut,John meminta masyarakat untuk tidak memperpanjang polemik. “Kita sudah lelah saling bertikai dan memojokkan. Saatnya menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi, golongan,agama,atau partai,”tegas John.

Menurut John,dari para tokoh penerima gelar Pahlawan Nasional dapat diambil suri teladan pentingnya persatuan dan kerukunan nasional, karena tidak mungkin membangun bangsa tanpa kedua hal tersebut.

John menekankan bahwa teladan utama dari para pahlawan adalah mendarmabaktikan jiwa dan raga untuk bangsa dan negara. Mereka membawa perubahan besar bagi Indonesia,dan semangat itu harus
diteruskan oleh generasi muda melalui kerja keras serta menjaga persatuan bangsa.

Semangat persatuan dan toleransi itu, lanjut John,tercermin kuat dalam sosok KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang baru saja dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. “Teladan dari Bapak Gus Dur adalah bahwa memelihara permusuhan bukanlah hal yang patut. Beliau menanamkan nilai persaudaraan lintas agama dan membangkitkan semangat persatuan,” ujar John,yang juga menjabat sebagai Ketua Harian BISMA,wadah kerukunan umat beragama di Indonesia.

Hal senada John sampaikan mengenai Jenderal Besar (Purn) HM Soeharto, yang menurutnya telah mencurahkan tenaga,pikiran,dan waktu untuk memimpin Indonesia sehingga bangsa ini tetap tegak hingga kini.

Sementara itu,Jenderal Sarwo Edhie Wibowo,perintis RPKAD dan KOPASANDA (cikal bakal Kopassus), disebut John sebagai teladan dalam kedisiplinan dan kejujuran. “Pak Sarwo Edhie mendedikasikan seluruh hidupnya untuk bangsa dan negara,” ungkap John yang juga merupakan Profesional Non Hakim.

“Setiap presiden dan tokoh memiliki kelebihan dan kekurangannya masing- masing,tergantung pada dimensi waktu dan kesempatan. Namun, jika kita terus fokus pada kekurangan, kita tidak akan pernah mampu membangun bangsa yang besar,” tambah John,pemegang APEC Business Travel Card yang memungkinkannya bebas visa di 18 negara Asia Pasifik.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita pandai menghargai sejarah serta menghormati siapa pun pemimpin bangsa ini,”tambahnya.

Git-Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *