Terasistana.id,Jakarta
Jakarta,
12/10/2025.
Layanan kesehatan otak di Sulawesi Utara mendapat perhatian khusus dengan kehadiran Letjen TNI (Purn) Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto,Sp.Ras (K) RI,yang melakukan supervisi layanan Digital Subtraction Angiography (DSA) di RSUD Tipe B Provinsi Sulawesi Utara (RSUD ODSK). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari,11–12 Oktober 2025.
Supervisi tersebut bertujuan memastikan layanan radiologi intervensi,khususnya penanganan stroke,berjalan sesuai standar nasional sehingga masyarakat Sulut dan kawasan Indonesia Timur tidak perlu lagi berobat ke Jakarta atau ke luar negeri untuk mendapatkan tindakan medis lanjutan.
RSUD ODSK sendiri telah meluncurkan Poliklinik Radiologi Intervensi dan kini melayani pasien menggunakan metode DSA yang dikembangkan oleh Prof. Terawan. “Saya akan terus melayani. Kebetulan bidang keahlian saya adalah radiologi intervensi,dan di RSUD Tipe B Provinsi Sulut diperlukan supervisi. Maka saya datang untuk melakukan tindakan bagi pasien- pasien yang membutuhkan,”ujar Prof. Dr. Terawan dikutib dari Sonora.id, pada Senin (13/10/2025).
Menurutnya,pada hari Sabtu terdapat satu pasien yang menjalani tindakan DSA,sementara pada hari Minggu (12/10/2025) ada sepuluh pasien lainnya yang akan ditangani. “Kami tetap akan melayani di mana pun ada waktu dan kesempatan. Selama ada rumah sakit yang membutuhkan layanan radiologi intervensi,saya siap membantu,”tambahnya.
Lebih lanjut,Prof. Terawan menjelaskan bahwa DSA yang dikerjakannya bukan hanya untuk keperluan diagnostik, tetapi juga bersifat terapi..“Hari ini ada pasien- pasien yang mengalami stroke, baik yang sudah lama maupun baru. Ada juga yang mengalami gangguan pembuluh darah otak. Semua kami tangani dengan metode DSA,” jelasnya.
Ia menambahkan,metode DSA memiliki cakupan luas,tidak hanya untuk stroke,tetapi juga untuk berbagai kasus kanker..“Besok ada pasien dengan keluhan kanker. Jadi DSA bisa untuk diagnosis sekaligus terapi. Terapinya bisa dari otak sampai ujung kaki,dari stroke sampai kanker, termasuk kanker prostat,payudara, paru,serviks,dan tumor padat seperti miom,”ungkapnya.
Prof. Terawan juga menegaskan bahwa RSUD ODSK telah siap menjalankan layanan tersebut karena memiliki sumber daya manusia dan peralatan yang memadai. “SDM-nya ada, alatnya ada. Jadi ketika saya ada kegiatan di Manado,saya sempatkan melakukan supervisi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan tindakan radiologi intervensi,”katanya.
Terkait peningkatan kapasitas tenaga medis lokal,Prof. Terawan menyebutkan bahwa para dokter dan tenaga medis di RSUD ODSK telah mendapatkan pelatihan dan sertifikasi di Jakarta. “Mereka sudah saya latih, sudah bersertifikat,bahkan sudah bergelar subspesialis. Namun supervisi tetap diperlukan agar semakin percaya diri,pelayanan makin lancar,dan keamanan pasien lebih terjamin,”terangnya.
Menutup wawancara,Prof. Terawan menyampaikan pesan khusus untuk tenaga medis di Sulawesi Utara.
“Teruslah melayani,terus berjuang untuk kemuliaan Tuhan. Dalam setiap langkah pekerjaan,dahulukan doa supaya semua diberkati dan kita bisa terus bersyukur,”pungkasnya.
Git-Red.






