Terasistana.id,Jakarta
Sidoarjo,
03/10/2025.
Suasana duka menyelimuti Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny,Desa Buduran, Kecamatan Buduran,setelah bangunan mushola runtuh pada Senin (29/09/2025) sore. Musibah ini menelan korban jiwa dan luka-luka, sehingga membutuhkan penanganan darurat cepat dan terpadu.
Dandim 0816/Sidoarjo,Letkol Czi Shobirin Setio Utomo,S.H.,M.Han., bergerak cepat dengan turun langsung ke lokasi kejadian. Sejak detik awal pasca-insiden,jajaran Kodim 0816 bersinergi dengan BPBD,Basarnas, Polri,relawan,serta Pemkab Sidoarjo untuk melakukan pencarian korban, penyaluran logistik,hingga pengamanan area agar proses evakuasi berjalan lancar.
Selasa dini hari (30/9/2025) sekitar pukul 00.15 WIB,Dandim 0816/ Sidoarjo mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak meninjau lokasi. Rombongan juga diikuti Kepala Basarnas Jatim,Kepala BPBD Jatim,serta Forkopimda Sidoarjo untuk memastikan koordinasi lintas instansi berjalan optimal.
Dalam tinjauannya,Gubernur Khofifah berharap proses evakuasi bisa berjalan cepat dan maksimal. “Insya Allah,seluruh peralatan sudah standby. Semoga proses evakuasi berjalan lancar dan korban yang masih belum ditemukan segera bisa dievakuasi,” ujarnya.
Sementara itu,Dandim 0816/Sidoarjo menegaskan komitmen TNI untuk terus bersinergi bersama pihak terkait.
“Kami bersama TNI-Polri,BPBD, Basarnas,dan relawan akan bekerja maksimal. Prioritas kami keselamatan korban serta memberikan ketenangan bagi keluarga terdampak. Semoga semua korban segera ditemukan,” tegas Letkol Czi Shobirin Setio Utomo.
Hingga berita ini diturunkan,tim gabungan masih berjibaku siang dan malam. Peristiwa runtuhnya mushola Ponpes Al Khoziny tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar pesantren,tetapi juga menunjukkan kuatnya solidaritas serta sinergi antar instansi dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
Git-Red.





